Argnesia
GUIDES

Mau Membuat Aplikasi untuk Bisnis? Mulai dari Sini

Sebelum mencari programmer atau software house, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan agar pengembangan aplikasi lebih terarah.

±4 min read

Punya bisnis yang mulai berkembang biasanya berarti pekerjaan juga semakin banyak.

Pesanan bertambah, pelanggan semakin ramai, stok harus diperiksa, laporan perlu disiapkan, dan banyak informasi mulai sulit dikelola secara manual.

Di titik tertentu, muncul keinginan untuk membuat aplikasi sendiri.

Tapi sebelum mencari programmer atau software house, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu.

Mulai dari masalah yang ingin diselesaikan

Ketika ingin membuat aplikasi, kita sering langsung memikirkan fitur.

Harus ada dashboard, laporan, notifikasi, manajemen pengguna, dan sebagainya.

Padahal, fitur seharusnya muncul dari kebutuhan.

Coba mulai dengan pertanyaan sederhana:

“Pekerjaan apa yang sekarang paling sering membuat tim kesulitan?”

Misalnya sebuah toko memiliki masalah dalam mencatat stok barang.

Setiap kali ada penjualan, pegawai harus memperbarui stok secara manual. Kadang lupa dicatat, sehingga jumlah barang di sistem berbeda dengan kondisi sebenarnya.

Dari masalah ini, kita mulai memahami bahwa kebutuhan utamanya adalah pencatatan stok yang terhubung dengan transaksi penjualan.

Bukan sekadar membuat dashboard yang terlihat menarik.

Catat bagaimana pekerjaan berjalan sekarang

Sebelum membuat aplikasi, coba tuliskan alur kerja yang sedang digunakan.

Tidak harus menggunakan diagram yang rumit.

Misalnya untuk proses penjualan:

Pelanggan memesan barang, pegawai mencatat pesanan, bagian gudang menyiapkan barang, pelanggan melakukan pembayaran, lalu transaksi dicatat dalam laporan.

Dari alur sederhana ini, kita bisa mulai melihat siapa saja yang terlibat dan informasi apa yang dibutuhkan.

Kita juga bisa menemukan proses yang mungkin perlu diperbaiki.

Karena terkadang masalahnya bukan hanya belum ada aplikasi, tetapi alur kerjanya sendiri masih belum efisien.

Kalau alur yang kurang baik langsung dipindahkan ke aplikasi, masalah yang sama bisa tetap terjadi.

Hanya saja sekarang prosesnya sudah digital.

Tentukan siapa yang akan menggunakan aplikasi

Sebuah aplikasi biasanya tidak digunakan oleh satu orang saja.

Ada pemilik bisnis, administrator, pegawai, bagian keuangan, atau pihak lain yang memiliki tanggung jawab berbeda.

Karena itu, kita perlu memahami siapa saja penggunanya.

Misalnya pegawai kasir membutuhkan fitur transaksi penjualan.

Bagian gudang membutuhkan informasi stok dan pergerakan barang.

Sementara pemilik bisnis lebih membutuhkan laporan untuk melihat perkembangan usaha.

Ketiganya menggunakan sistem yang sama, tetapi kebutuhan dan hak aksesnya berbeda.

Informasi ini akan membantu programmer merancang aplikasi yang lebih sesuai.

Tidak semua fitur harus dibuat sekaligus

Ini salah satu hal yang cukup penting.

Ketika mulai merencanakan aplikasi, daftar fitur biasanya terus bertambah.

Awalnya hanya ingin mengelola penjualan dan stok.

Kemudian muncul kebutuhan akuntansi, manajemen pelanggan, notifikasi WhatsApp, aplikasi mobile, hingga integrasi dengan berbagai layanan.

Semua mungkin berguna.

Tetapi belum tentu semuanya harus dibuat pada tahap pertama.

Lebih baik tentukan fitur yang benar-benar dibutuhkan untuk menjalankan proses utama.

Setelah sistem digunakan dan kebutuhan semakin jelas, fitur lain bisa dikembangkan secara bertahap.

Pendekatan seperti ini membantu menjaga ruang lingkup pekerjaan agar tetap terkendali.

Perhatikan data yang sudah dimiliki

Kalau bisnis sebelumnya menggunakan Excel atau aplikasi lain, kemungkinan sudah ada data yang perlu dipindahkan.

Misalnya data pelanggan, produk, stok, pemasok, atau riwayat transaksi.

Sebaiknya data tersebut diperiksa sejak awal.

Apakah formatnya sudah konsisten? Apakah ada data ganda? Apakah seluruh informasi masih digunakan?

Jangan menunggu aplikasi selesai baru mulai memikirkan pemindahan data.

Karena data lama sering membutuhkan penyesuaian sebelum bisa digunakan dalam sistem baru.

Siapkan anggaran dan waktu yang realistis

Biaya pembuatan aplikasi tidak hanya bergantung pada jumlah halaman atau tampilannya.

Ada banyak hal yang memengaruhi pekerjaan, seperti kompleksitas proses, jumlah pengguna, integrasi, keamanan, migrasi data, dan kebutuhan pengujian.

Karena itu, dua aplikasi yang sekilas terlihat mirip belum tentu membutuhkan biaya dan waktu pengerjaan yang sama.

Selain biaya pengembangan, pertimbangkan juga kebutuhan setelah aplikasi digunakan.

Misalnya hosting, pemeliharaan, perbaikan masalah, dan pengembangan fitur berikutnya.

Aplikasi adalah bagian dari operasional bisnis yang perlu terus dijaga.

Pertimbangkan aplikasi siap pakai

Membuat aplikasi custom memang memberikan keleluasaan untuk menyesuaikan sistem dengan kebutuhan bisnis.

Tetapi tidak semua bisnis harus membangun aplikasi sendiri.

Kalau kebutuhan masih umum, misalnya pencatatan penjualan, stok, atau pengelolaan pelanggan, aplikasi siap pakai mungkin sudah cukup.

Biasanya implementasinya lebih cepat dan biaya awalnya lebih mudah diperkirakan.

Sebaliknya, aplikasi custom lebih masuk akal ketika bisnis memiliki proses khusus yang sulit dipenuhi oleh solusi yang tersedia.

Jadi sebelum memutuskan membuat aplikasi dari nol, tidak ada salahnya membandingkan kedua pilihan tersebut.

Mulai dari kebutuhan yang paling penting

Membuat aplikasi bukan hanya soal memilih teknologi atau mencari programmer.

Yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah bagaimana bisnis berjalan dan bagian mana yang ingin diperbaiki.

Kalau masalah, alur kerja, pengguna, dan prioritas sudah cukup jelas, proses pengembangan biasanya akan lebih terarah.

Tidak harus langsung memiliki dokumen kebutuhan yang sangat lengkap.

Mulai saja dari mencatat proses yang sedang berjalan, kendala yang sering terjadi, dan hasil yang ingin dicapai.

Itu sudah menjadi bahan awal yang baik untuk berdiskusi dengan tim pengembang.

HAVE SOMETHING TO IMPROVE?

Punya sistem yang mulai
sulit mengikuti kebutuhan?

Tidak selalu harus mulai dari nol. Kita bisa melihat dulu kondisi sistem, data, dan proses yang sudah ada.

Let's Talk